• Fenkie

Kangkung Hidroponik Cepat Panen (hanya 17 hari)

Updated: May 20

Kangkung merupakan komoditi yang sangat umum di pasaran, sayuran ini sangat merakyat rasanya pun segar dan dapat di masak dengan cara hanya di rebus lalu di nikmati dengan sambal, bahkan dimasak dengan hotplate dengan telur burung puyuh pun sangat menggugah selera.


Mengapa metode hidroponik?


Kangkung dikenal mudah tumbuh, tidak jarang kangkung di dapati tumbuh liar di area persawahan hingga tumbuh liar di saluran air pembuangan, ini yang membuat kangkung mudah dijumpai di pasar dengan harga terjangkau, tetapi tahukah anda jika sayuran ditanam di air yang tercemar (termasuk ikan) terutama secara kimia, akan tersimpan di dalam tubuh tanaman, yang mana mungkin selanjutnya akan dikonsumsi oleh anda. Hal ini pun dibuktikan dari berbagai macam penelitian di luar negeri hingga oleh kementrian pertanian di Indonesia sendiri (disini). Secara umum dikatakan bahwa sayuran yang di produksi dari daerah tercemar akan mengikat berbagai macam logam berat termasuk logam berat berbahaya seperti Timbal dan Merkuri yang mana tidak dapat dicerna oleh tubuh dan dapat merusak beberapa fungsi organ tubuh, bahkan lebih jauh logam yang tidak terurai ini dapat terakumulasi di dalam tubuh dan menjadi semakin berbahaya seiiring waktu. Tentu hal ini tidak dapat dirasakan secara cepat, tetapi seiring waktu akan menjadi amat berbahaya apabila dilakukan secara kontinyu.




Kangkung (Ipomoea aquatica) sudah dipastikan adalah salah satu primadona sayuran dimata masyarakat, sayangnya sayuran yang beredar seringkali tidak memenuhi standar produksi yang sehat. Penulis seringkali singgah di pedesaan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali tempat sayuran dikembangkan, dan seluruh sayuran yang ditemukan pasti menggunakan fungisida dan pestisida sintetis yang secara umum sayuran baru boleh dijual jika sudah melewati minimal 14 hari setelah penggunaan fungisida/pestisida sintetis tersebut, walaupun sebenarnya sekali pestisida tersebut di pakai, residunya akan tetap tertanam di dalam tubuh tanaman (baca disini artikel dari WHO), lebih parahnya penulis seringkali menemukan petani yang menjual hasil panennya bahkan 1-3 hari pasca penggunaan pestisida tersebut.


Bertani sendiri di rumah merupakan salah satu cara yang paling baik untuk dilakukan, selain murah, kegiatan ini juga akan menghilangkan stres, tidak hanya itu anda akan mendapatkan sayuran dengan kualitas terbaik.


Bagaimana bisa 17 Hari panen?


Ya, 17 hari ini terhitung dari masa semai. Hal ini terjadi pada salah satu klien Earthponic yang tinggal di daerah Renon, Denpasar, Bali. Hidroponik itu sendiri adalah salah satu sistem pertanian yang terbaik, tanaman seperti 'dimanjakan' agar setiap nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersedia secara konsisten, hal ini membuat tanaman mampu mencapai potensi maksimal nya, termasuk kecepatannya untuk tumbuh.

Earhtponic sendiri memiliki campuran nutrisi yang khusus untuk membantu tanaman mencapai potensi maksimal genetiknya sehingga kangkung hidroponik dapat dengan cepat dipanen, tidak hanya ini kangkung hidroponik juga akan lebih garing, manis, lebih besar, jauh lebih sehat, secara nutrisi lebih tinggi (lihat hasil penelitian oleh para Doktor di Amerika disini)


Ibu M, merasa sangat senang memulai bertani hidroponik, dan berencana akan meluaskan kebun hidroponiknya untuk kebutuhan konsumsi keluarga dan beberapa teman-temannya, Earthponic sendiri secara berkesinambungan mendampingi Ibu M dalam bertani hidroponik.


Subsribe di Earthponic untuk mendapatkan informasi mengenai dunia hidroponik dari ahlinya.





Jalan Sedap Malam gg. Gardenia no.15

Denpasar, Bali

Logo earthponic small.png
  • Facebook
  • Instagram

earthponic

education . creation

©Copyright Earthponic 2020 All Rights Reserved.